<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ajie89&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ajie89.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ajie89.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Dec 2009 15:13:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ajie89.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ajie89&#039;s Blog</title>
		<link>http://ajie89.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ajie89.wordpress.com/osd.xml" title="Ajie89&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ajie89.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fase-fase Ketrampilan Motorik</title>
		<link>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/12/fase-fase-ketrampilan-motorik/</link>
		<comments>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/12/fase-fase-ketrampilan-motorik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 15:48:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajie89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Fase]]></category>
		<category><![CDATA[Ketrampilan]]></category>
		<category><![CDATA[motorik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajie89.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[FASE KETERAMPILAN MOTORIK TINGKAT PERTAMA Fase belajar motorik adalah suatu fase yang manggambarkan keadaan penguasaan keterampilan motorik seseorang dalam dalam melaksanakan gerakan-gerakan olah raga. Kemampuan seseorang untuk dapat menguasai keterampilan-keterampilan motorik olah raga berbeda-beda,yang disebabkan oleh antara lain : Perbedaan kemampuan kondisi dan koordinasi yang dimiliki Perbedaan usia Perbedaan pengalaman gerakan Perbedaan jenis kelamin Perbedaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=86&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><span style="font-size:medium;"><strong>FASE KETERAMPILAN MOTORIK TINGKAT PERTAMA</strong></span></p>
<p>Fase belajar motorik adalah suatu fase yang manggambarkan keadaan penguasaan keterampilan motorik seseorang dalam dalam melaksanakan gerakan-gerakan olah raga.<span id="more-86"></span></p>
<p>Kemampuan seseorang untuk dapat menguasai keterampilan-keterampilan motorik olah raga berbeda-beda,yang disebabkan oleh antara lain :</p>
<ul type="DISC">
<li>Perbedaan kemampuan 	kondisi dan koordinasi yang dimiliki</li>
<li>Perbedaan usia</li>
<li>Perbedaan pengalaman 	gerakan</li>
<li>Perbedaan jenis 	kelamin</li>
<li>Perbedaan kognitif,</li>
<li>Frekwensi latihan dan 	sebagainya</li>
</ul>
<p>Pembagian fase-fase belajar motorik bukan berdasarkan pada tingkat usia,melainkan pada tingkat kemampuan seseorang dalam penguasaan keterampilan-keterampilan motorik olahraga dalam melaksanakan gerakan-gerakan.</p>
<p><strong>Ciri-ciri umum kemampuan fase belajar motorik tingkat pertama</strong></p>
<p>Ciri-ciri umum fase belajar motorik tingkat pertama adalah penguasaan kemampuan motorik dalam bentuk kasar,seseorang yang berada pada fase ini hanya mampu melaksanakan gerakan-gerakan yang dituntut bila situasi dan kondisi mendukung.</p>
<p><strong>Ciri-ciri khusus atau yang banyak dilihat.</strong></p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Struktur dasar gerakan tersebut diperlihatkan dalam bentuk yang kasar.</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Irama gerakan :</p>
<p>Kesalahan dalam irama gerakan disebabkan oleh:</p>
<p>1. Individu yang belajar belum memiliki pengalaman dan simpanan</p>
<p>2. Belum dapat mengatur dan mengimpulskan tenaga sesuai dengan kebutuhan otot-otot yng bekerja.</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span><strong>Hubungan gerakan </strong></p>
<p>Hubungan gerakan dari bagian-bagian grerakan dari satu anggota tubuh ke anggota tubuh yang lain masih belum terkoordinir dengan baik.</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span><strong>Luas gerakan</strong></p>
<p>Disebabkan karana kemampuan koordinasinya yang memang masih belum terbentuk,dengan demikian prinsip efisiensi dan efektefitas baik dari segi tenaga,waktu dan ruangan yang terpakai belum dapat direalisasikan.</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span><strong>Kelancaran gerakan /aliran gerakan</strong></p>
<p>Aliran gerakan yang ditampilkan masih belum lancar,yaitu masih tersendat-sendat.kurangnya kecepatan dan percepatan tersebut disebabkan karena pengaruh impuls/tenaga yang diberikan.</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span><strong>Kecepatan gerakan</strong></p>
<p>Belum memiliki kecepatan gerakan yang baik yaitu masih bersifat lamban dan kaku.</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span><strong>Ketepatan dan kekonstanan gerakan</strong></p>
<p>Kekonstanan gerakan yang dimiliki oleh individu yang berada pada fase tingkat pertama ini boleh dikatakan tidak ada karenakemampuan yang dimiliki belum stabil atau belum dapat diukur.</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span><strong>Bayangan gerakan</strong></p>
<p>Bayangan gerakan yang berhasil dibangun oleh individu yang berada pada fase tingkat pertama masih kurang lengkap</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span><strong>Program gerakan</strong></p>
<p>Artinya program gerakan baru memuat komponen-komponen gerakan yang bersifat umum atau yang penting-penting sajadan belum terperinci.</p>
<p><strong>Ciri-ciri kemampuan penerimaan dan pengolahan informasi fase belajar tingkat pertama.</strong></p>
<p>Ciri-ciri pada fase belajar tingkat pertama dapat dilihat pada aspek penerimaan dan pengolahan informasi.</p>
<p>Dalam pelaksanaan aksi-aksi motorik atau gerakan-gerakan olahraga ada 5 indra penerima informasi yaitu : visual (penglihatan), akustik (penalaran), taktil (kulit), kinestik (otot), dan vetibular (alat keseimbangan).</p>
<p>Kelima indra itu tidak hanya berperan dalam penerimaan informasi tetapi juga berperan dalam penerimaan feedback,yaitu tentang gerakan yang sedang berlansung.</p>
<p>Berdasarkan feedback ini dapat dilakukan pengendalian dan pengaturan-pengaturan gerakan-gerakan yang sedang dilakukan misalnya:pengaturan tentang impuls-impuls kekuatan,penmgaturan,dan pengendalian arahgerakan.</p>
<p><strong>Implikasi ciri-ciri fase belajar motorik tingkat pertama ke dalam proses pembelajaran</strong></p>
<p>peran guru pendidikan jasmani sangat lah menentukan pada keberkasilan peserta didik dalam melakukan gerakan yang diajarkan.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>FASE BELAJAR KETERAMPILAN MOTORIK OLAHRAGA TINGKAT KE DUA</strong></span></p>
<p><em>Ciri-ciri umum fase belajar motorik tingkat kedua ini adalah peningkatan</em> penguasaan kemampuan koordinasi secara halus, yaitu kualitas gerakan yang dilakukan sudah meningkat.</p>
<p>Perkembangan proses belajar pada fase ini datandai oleh beberapa kemajuan dan diwarnai oleh beberapa permasalahan.kemajuan-kemajuan yang diproleh antara lain dapat dilihat dari semakin meningkatnya kualitas gerakan.</p>
<p><strong>Ciri-ciri khusus fase belajar motorik tingkat kedua</strong></p>
<p><em><strong>Struktur dasar gerakan </strong></em></p>
<p><em><strong>Irama gerakan</strong></em></p>
<p><em><strong>Hubungan gerakan </strong></em></p>
<p><em><strong>Luas gerakan</strong></em></p>
<p><em><strong>Kelancaran gerakan</strong></em></p>
<p><em><strong>Kecepatan gerakan</strong></em></p>
<p><em><strong>Ketepatan dan kekonstanan gerakan </strong></em></p>
<p><em><strong>Bayangan dan program gerakan</strong></em></p>
<p><strong>Ciri-ciri kemampuan penerimaan dan pengolahan informasi fase belajar tingkat kedua</strong></p>
<p>Dalam belajar motorik ada lima indera penerima informasi antara lain :</p>
<ol>
<li>Mata ( Visueller 	Analisator )</li>
<li>Kulit ( Taktiler 	Analisator )</li>
<li>Otot-otot ( 	Kinesthetischer Analisator )</li>
<li>Telinga ( Akusticher 	Analisator )</li>
<li>Alat keseimbangan 	yang terletak pada bagian dalam telinga ( Statico dynamisator )</li>
</ol>
<p>Kelima indera penerima informasi tersebut dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu :</p>
<ol>
<li>Alat penerima 	informasi dari luar</li>
</ol>
<p>Yaitu informasi yang datang dari luar atau dari lingkungan sipelaku gerakan itu sendiri. Diantaranya : mata, telinga dan kulit.</p>
<ol>
<li>Alat penerima 	informasi dari bagian dalam</li>
</ol>
<p>Yaitu informasi yang berasal dari dalam diri sipelaku gerakan itu sendiri tentang jalannya gerakan baik yang sedang berlangsung. Diantaranya : otot-otot dan staticodynamisator.</p>
<p><strong>Ciri-ciri fase belajar motorik tingkat kedua dan implikasinya kedalam proses pembelajaran</strong></p>
<p>Fase belajar tingkat kedua menuntut aktifitas belajar yang tinggi,untuk dapat melaksanakannya dibutuhkan persiapan-persiapan yang tinggi dari peserta didik.kesiapan yang dimaksud antaralain:</p>
<ul type="DISC">
<li>Kesiapan dalam 	melakukan pengulangan-pengulangan latihan</li>
<li>Kesiapan dalam 	menerima beban kerja fisik</li>
<li>Kesiapan untuk 	berkonsentrasi penuh</li>
<li>Serta kesiapan untuk 	turut aktif dalam proses berfikir</li>
</ul>
<p>.Jadi tugas utama dari guru pendidikan jasmani dalam hal ini adalah melakukan analisis kesalahan-kasalahan gerakan yang terjadi pada setiap fase gerakan.sehingga peserta didik akan selalu melakukan pengendalian dan pengaturan kembali penyimpangan-penyimpangan yang terjadi selama gerakan itu berlansung.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>FASE BELAJAR KETERAMPILAN MOTORIK OLAHRAGA TINGKAT KETIGA</strong></span></p>
<p><strong>Ciri-ciri umum fase belajar motorik tingkat ketiga</strong></p>
<p>Ciri-ciri umum fase belajar tingkat ketiga dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<p>Kemampuan prestasi seseorang yang berada pada fase belajar tingkat ketiga lebih stabil,dan kestabilan prestasi tersebut dapat dilakukan dengan konstan,walaupun dibawah situasi dan kondisi tempat palaksanaan gerakan yang dipersulit.</p>
<p>Peningkatan yang terjadi dalam berbagai aspek antaralain :</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Perbaikan dalam mengantisipasi suatu situasi dan kondisi</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Perbaikan peran analisator kinentetik,sehingga dapat mengendalikan dan mengatur impuls-impuls tenaga pasa otot-otot yang bekerja sesuai dengan kebutuhan</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Perbaikan peran dan fungsi nindra penerima informasi</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Perbaikan-perbaikan dalam pengolahaninformasi yang diterima.</p>
<p>Ciri umum berikutnya pada fase belajar tingkat ketiga kestabilan prestasi atau unjuk kerja,individu yang berada pada fase ini mampu melakukan gerakan-gerakan yang sama secara berulang-ulang,sedangkan kualitas gerakan yang ditampilkan pada setiap kali pengulangan cukup konstan.</p>
<p><strong>Ciri-ciri khusus fase belajar motorik tingkat ketiga</strong></p>
<p><em><strong>Terbentuknya kemampuan automatisasi</strong></em></p>
<p><em><strong>Bayangan dan konstruksi bayangan gerakan </strong></em></p>
<p><em><strong>Irama gerakan</strong></em></p>
<p>Pada fase belajar tingkat ketiga ini pelaksanan gerakan terlihat semakin mulus dan lancar,sehingga gerakan-gerakan yang dilakukan cukup efesien dan efektif baik dalam hal pemakaian ruangan,maupun waktu dan tenaga.</p>
<p><em><strong>Kecepatan gerakan</strong></em></p>
<p>Keistimewaan khusus yang dimiliki pada fese belajar tingkat ketiga adalah kemampuannya untuk memanipulasi bentuk-bentuk gerakan.kemampuan untuk melakukan gerak tipu yang tepat hanya dapat dilakukan oleh individu yang memiliki kemampuan antisipasi situasi dan kondisi yang akurat.</p>
<p><strong>Ciri-ciri kemampuan penerimaan dan pengolahan informasi fase belajar tingkat ketiga</strong></p>
<p>Ciri-ciri khusus kemampuan penerimaan dan pengolahan informasi individu yang berada pada fase belajar tingkat ketiga adalah semakin meningkatnya peran dan fungsi analisator informasi kinestetik(otot).</p>
<p>Ciri-ciri lain dari kemampuan penerimaan dan pengolahan informasi fase belajar tingkat ketiga ditandai dengan semakin meningkatnya peran dan fungsi serta kepekaan alat-alat analisator yang lain seperti: mata, kulit, telinga (staticodynamisator), maka individu yang berada fase ini dapat menerima umpan balik secara lebih banyak dan rinci tentang jalannya suatu gerakan baik yang sedang berlansung,maupun yang baru selesai dilaksanakan.</p>
<p><strong>Ciri-ciri fase belajar motorik tingkat ketiga dan implikasinya kedalam proses pembelajaran</strong></p>
<p>Fase belajar tingkat ketiga merupakan suatu fase untuk menstabilkan kemampuan koordinasi halus yang telah dikuasai.</p>
<p>Bentuk latihan lain yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran untuk peserta didik yang berada pada fase ini adalah latihan dalam bentuk mental-traning.</p>
<p>Latihan-latihan mental akan dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan:</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Kemampuan mengantisipasi perubahan situasi yang akan terjadi dan efek dari perubahan tersebut</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Kemampuan ketetapan gerakan</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Kemampuan melaksanakan gerakan secara ekonomis,baik dari segi waktu,tenaga,maupun</p>
<p>ruangan yang dipakai</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Kemampuam ketetapan pengambilan keputusan</p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>KOORDINASI GERAK</strong></span></p>
<p>koordinasi gerak dilihat sebagai pengatur terhadap proses-proses motorik terutama terhadap kerja otot-otot yang diatur melalui sistem persyarafan atau disebut dangan intra muskulare koordination.</p>
<p>Koordinasi gerak meliputi pengkoordinasian kerja otot-otot yang terlibat dalam suatu pelaksanaan gerakan.pengkoordinasian tersebut diatur sedemikian rupa oleh sistem persyarafan.</p>
<p>Yang diatur disini adalah :penyesuaian komponen-komponen kekuatan dan kecepatan yang dibutuhkan oleh otot dalam pelaksanaan gerak sesuai dangan kebutuhan setiap bagian gerak.</p>
<p><strong>Struktur dasar gerakan</strong></p>
<p><strong>K</strong>ata struktur diartikan secara sederhana sebagai suatu susunan tertentu maka struktur garak dapat diartikan sebagai strukur gerakan.atau dapat diterjemahkan sebagai susunan dasar dari suatu gerakan atau susunan yang selalu ada dalam pelaksanaan suatu gerakan.</p>
<p><strong>Irama gerakan</strong></p>
<p>Iram gerak adalah ciri-ciri yang menggambarkan ketepatan antara pelaksanaan bagian-bagian gerak dengan dimensi ruang dan waktu yang digunakan atau yang diperlukan pada setiap gerakan.</p>
<p>Untuk mendapatkan kemampuan irama gerakan yang baik,pada dasarnya harus dalakukan latihan-latihan secara berulang-ulang terhadap bentuk-bentuk gerakan yang sama</p>
<p><strong>Hubungan gerakan</strong></p>
<p>Hubungan gerakan adalah:<em>suatui proses transfer</em> <em>impuls tenaga dari suatu bagian tubuh yang lain atau proses transfer impuls dari suatu alat gerak ke alat gerak lain.sehingga terjadi hubungan gerakan.</em></p>
<p>Indikator yang dapat diamati dari hubungan gerakan yang tidak sempurna adalah :</p>
<ul type="DISC">
<li>Terjadinya kelebihan 	gerakan yang tidak diperlukan yang mengakibatkan terganggunya 	transfer impuls tenaga untuk gerakan</li>
<li>Kelebihan gerakan 	tersebut diakibatkan olehimpuls tenaga yang diberikan terlalu besar 	dari yang dibutuhkan.</li>
<li><strong>Luas gerakan</strong></li>
</ul>
<p>Luas gerakan adalah : luasnya ruangan atau lintasan yang terpakai dalam pelaksanaan suatu gerakan.</p>
<p>Indikator-indikator yang dapat diamati untuk mengetahui kesalahan luas gerakan antara lain :</p>
<ul type="DISC">
<li>Pemakaian luas 	gerakan untuk pelaksanaan suatu gerakan tidak stabil</li>
<li>Frekwensi gerakan 	yang terlalu rendah dapat disebabkan karena ruangan yang terpakai 	untuk pelaksanaan suatu gerakan terlalu luas,sehinggawaktu yang 	dibutuhkan juga berlebih dari yang semestinya</li>
<li>Frekwensi gerakan 	yang terlalu tinggi misalnya dalam berlari atau berenang dapat 	disebabkan oleh ruangan yang terpakai terlalu sempit</li>
<li>Irama gerakan tidak 	konstan</li>
</ul>
<p><strong>Kelancaran gerakan</strong></p>
<p>Penyebab kesalahan gerakan atau tidak lancarnya gerakan adalah : kemampuan kondisi (kekuatan,kecepatan,dan daya tahan)dan kemampuan koordinasi yang masih kurang,serta ketidak lengkapan,ketidak mengertian individu terhadap informasi tentang gerakan yang harus dalaksanakan.</p>
<p>Kelancaran gerakan atau aliran gerakan adalah suatu ciri-ciri yang menggambarkan kontinuitas dari jalannya suatu gerakan.</p>
<p>Untuk dapat melihat kelancaran gerakan,indikator yang dapat diamati adalah :</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Kontinuitas jalannya gerakan</p>
<p><span style="font-family:Symbol;">·</span><span style="font-family:Symbol;"> </span>Kecepatan atau percepatan gerakan (terlalu cepat atau terlalu lambat)</p>
<p><strong>Kecepatan gerakan</strong></p>
<p>Dalam pelaksanan suatu gerakan,kecepatan merupakan salahsatu ciri-ciri koordinasi gerakan yang perlumendapatkan perhatian,hal ini disebabkan karena kecepatan sangat menentukan hasil yang ingin dicapai.</p>
<p>Untuk dapat memanfaatkan kecepatan gerakan secara optimal memang sangat dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti : kemampuan mengantisipasi gerakan,kelancaran gerakan dan hubungan gerakan.</p>
<p><strong>Ketepatan dan kekonstanan gerakan</strong></p>
<p>Ketepatan dan kekonstanan gerakan sangat menentukan sekali terhadap hasil yang ingin dicapai dalam pelaksanaan gerakan.</p>
<p>Ketepatan gerakan dalam artian proses adalah : ketepatan jalannya suatu rangkaian gerakan baik dilihat dari struktur dalam gerakan maupun dilihat dari sistematika gerakan.</p>
<p>Sedangkan ketetapan produk adalah : suatu hasil yang diperoleh dari aktivfitas atau gerakn.</p>
<p>Menurut MEINEL (1977,HAL 180) mengartikan ketepatan gerakan sebagai ketepatan atau kesatuan antara perencanaan gerakan dengan hasil yang diperoleh. Pengertiannya adalah bahwa setiap pelaksanaan gerakan selalu didahului oleh suatu gerakan yang direncanakan pada pusat susunan syaraf.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajie89.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajie89.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajie89.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajie89.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajie89.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajie89.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajie89.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajie89.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajie89.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajie89.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajie89.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajie89.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajie89.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajie89.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=86&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/12/fase-fase-ketrampilan-motorik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c5f4e124e4c9c223c52f51cb90bd1f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajie89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah</title>
		<link>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/10/manfaat-olahraga-untuk-kesehatan-jantung-dan-pembuluh-darah/</link>
		<comments>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/10/manfaat-olahraga-untuk-kesehatan-jantung-dan-pembuluh-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:44:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajie89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Pembuluh Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajie89.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[OLAHRAGA atau latihan sering diidentifikasikan sebagai suatu kegiatan yang meliputi aktivitas fisik yang teratur dalam jangka waktu dan intensitas tertentu. Tujuan olahraga adalah menjaga agar tubuh selalu dalam keadaan sehat dan aktif. Olahraga merupakan bagian dari usaha menjaga kebugaran, termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, dan sebagai bagian dari program rehabilitasi bagi mereka yang telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=83&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OLAHRAGA atau latihan sering diidentifikasikan sebagai suatu kegiatan yang meliputi aktivitas fisik yang teratur dalam jangka waktu dan intensitas tertentu.<span id="more-83"></span> Tujuan olahraga adalah menjaga agar tubuh selalu dalam keadaan sehat dan aktif. Olahraga merupakan bagian dari usaha menjaga kebugaran, termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, dan sebagai bagian dari program rehabilitasi bagi mereka yang telah menderitanya.</p>
<p>Secara umum, olahraga membuat fisik dan mental bertambah baik serta memberi suatu perasaan segar. Apakah keaktifan fisik seperti olahraga ada hubungannya dengan timbulnya penyakit jantung dan pembuluh darah? Ya. Mereka yang aktif memiliki kemungkinan yang rendah terkena penyakit itu. Sebaliknya, mereka yang kurang aktif berisiko tinggi terkena penyakit jantung koroner dan stroke.</p>
<p>Olahraga juga dapat memperbaiki profil lemak darah, yaitu menurunkan kadar total kolesterol, LDL, dan trigliserida. Pun, olahraga dapat memperbaiki HDL, yaitu jenis kolesterol yang kadarnya sulit dinaikkan. Di samping itu, berbagai faktor risiko seperti hipertensi, kegemukan, dan diabetes mellitus dapat diturunkan dengan menjalankan olahraga yang tepat takaran, durasi, dan frekuensinya.</p>
<p>Lebih rinci manfaat olahraga untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah adalah sbb.:</p>
<p>1. Memperbaiki metabolisme lipoprotein dan karbohidrat. Menaikkan kadar kolesterol baik (HDL), menurunkan kadar kolesterol jahat. Memperbaiki metabolisme karbohidrat, misalnya meningkatkan sensitivitas insulin yang akan menurunkan risiko diabetes mellitus. Perbaikan profil lipoprotein berarti menurunkan risiko atheroselerosis.</p>
<p>2. Menurunkan kerja otot jantung dan keperluan akan oksigen, sehingga kerja jantung lebih efisien. Menurunkan detak nadi pada waktu istirahat dan latihan. Menurunkan tekanan darah sehingga memperbaiki penyakit hipertensi. Meningkatkan aliran darah dari jantung pada waktu latihan. Meningkatkan daya kontraksi jantung. Memperlebar pembuluh darah, sehingga darah mengalir lebih lancar.</p>
<p>3. Kerja sistem listrik jantung. Meningkatkan stabilitas kerja sistem listrik jantung. Berpotensi mengurangi debaran jantung yang tidak normal.</p>
<p>4. Meningkatkan kebugaran jasmani. Memperkuat otot-otot tubuh dan melenturkan gerakan-gerakan yang diperlukan. Tidak cepat merasa lelah dan ringan menghadapi tugas-tugas selanjutnya.</p>
<p>5. Sikap kejiwaan (mental) lebih mantap. Mereka yang melakukan olahraga teratur akan memiliki kejiwaan yang lebih mantap. Tidak mudah tergoncang atau stres oleh persoalan-persoalan hidup yang muncul.</p>
<p>6. Bagi mereka yang telah ada tanda-tanda penyumbatan di pembuluh darah arteri, latihan yang dilakukan bersama dengan diet dan obat akan banyak membantu memperbaiki kondisinya. Bagi mereka yang telah dioperasi balon atau pintas koroner, latihan akan menjaga pembuluh darah tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Dapat mendorong timbulnya sistem kolateral, yaitu semacam saluran darah baru ke otot jantung.</p>
<p>Perlu Persiapan</p>
<p>Agar olahraga atau latihan berjalan lancar dan aman, perlu diadakan persiapan sebaik-baiknya, antara lain persiapan sebelum memulai latihan dan pengujian fisik serta mempelajari riwayat pasien. Mereka yang berusia lebih dari 40 tahun tanpa tanda-tanda atherosclerosis pada arteri, dan telah lama tidak melakukan latihan, harus memeriksakan diri ke dokter untuk memulai program latihan. Sedangkan pada yang memiliki tanda-tanda atherosclerosis, tidak pandang umur, harus diperiksa dulu oleh dokter.</p>
<p>Pemeriksaan fisik atau uji fisik dapat berupa tes dengan treadmil. Tes ini membantu dokter mengidentifikasi persoalan yang mungkin tidak terlihat jika pasien dalam keadaan istirahat. Uji fisik ini untuk mengetahui fungsi jantung dan keterbatasannya. Setelah itu barulah akhirnya dokter menentukan jenis latihan, intensitas dan durasi terbaik bagi pasien.</p>
<p>Olahraga atau latihan yang teratur dapat memperbaiki fisik. Namun, berapa besar manfaat latihan terhadap sistem kardiovaskuler, termasuk perbaikan kadar lemak dan kolesterol darah? Ternyata masalah ini tergantung pada berbagai faktor seperti frekuensi, intensitas, durasi, jenis dan urutan olahraga yang hendak dilakukan.</p>
<p>Menurut berbagai penelitian, di samping intensitas latihan, frekuensi latihan mempengaruhi keefektifan hasil latihan secara keseluruhan. Jika dilakukan terlalu sering, misalnya setiap hari, otot tidak punya kesempatan untuk istirahat, sedangkan jika terlalu jarang hasilnya tidak efektif. Hasil penelitian menganjurkan olahraga dilakukan 5 kali seminggu. Detak nadi dipakai sebagai ukuran intensitas. Dengan memonitor detak nadi pada waktu latihan, akan diketahui intensitas latihan sehingga dapat ditahan pada tingkat optimal dan tidak melampaui kesanggupan tubuh seseorang yang mungkin dapat mengakibatkan cedera.</p>
<p>Latihan harus berlangsung secara aman dan menghindari cedera. Untuk itu, ditentukan terlebih dahulu denyut jantung per menit atau nadi latihan. Hal ini disesuaikan dengan umur dan tingkat kesehatan yang bersangkutan. Dikenal dua cara yang sering digunakan yaitu estimasi berdasarkan umur atau dengan treadmill test &#8212; ini akan membantu dokter menentukan angka yang lebih akurat sesuai kemampuan yang bersangkutan. Untuk program rehabilitasi, umumnya digunakan tredmill test ini.</p>
<p>Sirkulasi atau aliran darah dalam tubuh akan meningkat sesuai dengan bertambahnya denyut nadi. Jika dipertahankan, denyut nadi pada zona latihan, kemampuan kerja, dan daya tahan jantung serta otot-otot yang bersangkutan akan meningkat dan sistem kardiovaskuler akan makin tangguh. Pada umumnya, sekali latihan berlangsung antara 30-60 menit. Latihan lebih dari 30 menit akan punya efek tambahan yang amat berguna, yaitu membantu metabolisme (memecahkan) lemak dan kolesterol &#8212; kadar kolesterol dalam darah akan turun.</p>
<p>Untuk mendapatkan hasil latihan yang optimal dan menghindari kemungkinan cedera, peserta dianjurkan mengikuti urutan atau pola tertentu, yaitu pemanasan, latihan utama, dan relaksasi atau pendinginan. Pada saat ini tersedia berbagai fasilitas dan jenis latihan, misalnya bergabung dengan klub kebugaran, klub senam, dan pusat rehabilitasi. Dapat juga dilakukan senam secara perorangan, jalan kaki, jogging, naik sepeda, berenang, dll.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajie89.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajie89.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajie89.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajie89.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajie89.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajie89.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajie89.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajie89.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajie89.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajie89.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajie89.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajie89.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajie89.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajie89.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=83&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/10/manfaat-olahraga-untuk-kesehatan-jantung-dan-pembuluh-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c5f4e124e4c9c223c52f51cb90bd1f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajie89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyebab Hipertensi</title>
		<link>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/10/penyebab-hipertensi/</link>
		<comments>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/10/penyebab-hipertensi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:09:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajie89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[Tinggi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajie89.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua bentuk hipertensi: hipertensi utama (primary hypertension) dan hipertensi sekunder (secondary hypertension). Hipertensi utama adalah suatu kondisi yang jauh lebih sering dan meliputi 95% dari hipertensi. Penyebab dari hipertensi utama adalah berbagai faktor, yaitu, ada beberapa faktor yang efek-efek kombinasinya menyebabkan hipertensi. Pada hipertensi sekunder (secondary hypertension), yang meliputi 5% dari hipertensi, hipertensi adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=81&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Ada dua bentuk hipertensi: hipertensi utama (primary hypertension) dan hipertensi sekunder (secondary hypertension).<span id="more-81"></span> Hipertensi utama adalah suatu kondisi yang jauh lebih sering dan meliputi 95% dari hipertensi. Penyebab dari hipertensi utama adalah berbagai faktor, yaitu, ada beberapa faktor yang efek-efek kombinasinya menyebabkan hipertensi. Pada hipertensi sekunder (secondary hypertension), yang meliputi 5% dari hipertensi, hipertensi adalah sekunder pada (disebabkan oleh) suatu kelainan spesifik pada salah satu organ atau sistim tubuh.</h2>
<p>Hipertensi utama mempengaruhi hampir 75 juta penduduk Amerika, namun penyebab-penyebab dasarnya atau kerusakan-kerusakan yang mendasarinya tidak selalu diketahui. Meskipun demikian, hubungan-hubungan tertentu telah dikenal (diketahui) pada orang-orang dengan hipertensi utama. Contohnya, hipertensi utama berkembang hanya pada kelompok-kelompok atau masyarakat-masyarakat yang mempunyai masukan garam yang cukup tinggi, melampaui 5.8 grams setiap hari. Faktanya, masukan garam mungkin adalah suatu faktor teristimewa penting dalam hubungannya dengan hipertensi utama dalam beberapa situasi. Jadi, kelebihan garam mungkin terlibat dalam hipertensi yang dihubungkan dengan umur yang berlanjut, orang Amerika denga latar belakang Africa, kegemukan, kepekaan/kerentanan turun menurun (genetic), dan gagal ginjal (renal insufficiency).</p>
<p>Faktor-fakor genetik diperkirakan memainkan suatu peran yang menonjol dalam pengembangan hipertensi utama. Bagaimanapun, gen-gen untuk hipertensi masih belum dapat diidentifikasikan. Penelitian saat ini pada bidang ini difokuskan pada faktor-faktor genetik yang mempengaruhi sistim renin-angiotensin-aldosterone. Sistim ini membantu mengatur tekanan darah dengan mengontrol keseimbangan garam dan keluwesan dari arteri-arteri.</p>
<p>Hampir 30% kasus-kasus hipertensi utama diakibatkan oleh faktor-faktor genetik. Contohnya, di Amerika, timbulnya penyakit hipertensi adalah lebih besar diantara orang-orang Amerika keturunan Afrika dari pada diantara orang-orang Caucasians atau orang-orang Asia. Juga, pada individu-individu yang mempunyai satu atau dua orang tua dengan hipertensi, hipertensi adalah dua kali lebih umum dari pada populasi umum. Jarang terjadi, kelainan-kelainan genetik yang tidak umum tertentu yang mempengaruhi hormon-hormon kelenjar adrenal dapat menjurus pada hipertensi.</p>
<p>Mayoritas luas dari pasien-pasien dengan hipertensi utama umumnya mempunyai suatu kelainan istimewa dari arteri-arterinya: suatu perlawanan yang meningkat (kekakuan atau kehilangan kelenturan) pada arteri-arteri kecilnya yang paling jauh dari jantung (peripheral arteries atau arterioles). Arteriole-arteriole mensuplai darah yang mengandung oksigen dan nutrisi-nutrisi kepada seluruh jaringan tubuh. Mereka dihubungkan oleh kapiler-kapiler didalam jaringan dengan vena-vena (the venous system), yang membalikkan darah ke jantung dan paru-paru. Jadi apa yang membuat arteri-arteri peripheral menjadi kaku belum diketahui. Namun, peningkatan kekakuan dari peripheral arteriolar ini hadir pada individu-individu yang hipertensi utamanya dihubungkan dengan faktor-faktor genetik, kegemukan, kurang olah raga, penggunaan garam yang berlebihan, dan umur yang menua. Peradangan juga mungkin memainkan suatu peran pada hipertensi karena suatu peramalan dari pengembangan hipertensi adalah kehadiran dari suatu peningkatan tingkat dari C reactive protein (suatu tes darah untuk tanda/marker dari peradangan) pada beberapa individu-individu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajie89.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajie89.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajie89.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajie89.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajie89.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajie89.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajie89.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajie89.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajie89.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajie89.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajie89.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajie89.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajie89.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajie89.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=81&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/10/penyebab-hipertensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c5f4e124e4c9c223c52f51cb90bd1f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajie89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Definisi Tekanan Darah Tinggi</title>
		<link>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/10/definisi-tekanan-darah-tinggi/</link>
		<comments>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/10/definisi-tekanan-darah-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajie89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Darah Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[Tinggi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajie89.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Tekanan darah tinggi atau hipertensi berarti tekanan tinggi didalam arteri-arteri. Arteri-arteri adalah pembuluh-pembuluh yang mengangkut darah dari jantung yang memompa ke seluruh jaringan dan organ-organ tubuh. Tekanan darah tinggi bukan berarti tegangan emosi yang berlebihan, walaupun tegangan emosi dan stres dapat meningkatkan tekanan darah untuk semenatara. Tekanan darah normal adalah dibawah 120/80; tekanan darah antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=79&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Tekanan darah tinggi atau hipertensi berarti tekanan tinggi didalam arteri-arteri. <span id="more-79"></span>Arteri-arteri adalah pembuluh-pembuluh yang mengangkut darah dari jantung yang memompa ke seluruh jaringan dan organ-organ tubuh. Tekanan darah tinggi bukan berarti tegangan emosi yang berlebihan, walaupun tegangan emosi dan stres dapat meningkatkan tekanan darah untuk semenatara. Tekanan darah normal adalah dibawah 120/80; tekanan darah antara 120/80 dan 139/89 disebut &#8220;pra-hipertensi&#8221; (&#8220;pre-hypertension&#8221;), dan suatu tekanan darah dari 140/90 atau diatasnya dianggap tinggi.</h2>
<p>Angka yang diatas, tekanan darah sistolik, berhubungan dengan tekanan didalam arteri ketika jantung berkontraksi dan memompa darah maju kedalam arteri-arteri. Angka yang dibawah, tekanan diastolik, mewakili tekanan didalam arteri-arteri ketika jantung istirahat (relax) setelah kontraksi. Tekanan diastolik mencerminkan tekanan paling rendah yang dihadapkan pada arteri-arteri.</p>
<p>Suatu peningkatan dari tekanan darah sistolik dan/atau diastolik meningkatkan risiko mengembangkan penyakit jantung (cardiac), penyakit ginjal (renal), pengerasan dari arteri-arteri (atherosclerosis atau arteriosclerosis), kerusakan mata, dan stroke (kerusakan otak). Komplikasi-komplikasi dari hipertensi ini sering dirujuk sebagai kerusakan akhir organ karena kerusakan pada organ-organ ini adalah hasil akhir dari tekanan darah tinggi kronis. Untuk sebab itu, diagnose tekanan darah tinggi sangat penting sehingga usaha-usaha dapat dibuat untuk membuat tekanan darah menjadi normal dan mencegah komplikasi-komplikasi.</p>
<p>Pada awalnya diperkirakan bahwa kenaikan-kenaikan pada tekanan darah diastolik adalah suatu faktor risiko yang lebih penting daripada peningkatan-peningkatan sistolik, namun sekarang diketahui bahwa pada orang-orang yang berumur 50 tahun atau lebih hipertensi sistolik mewakili suatu risiko yang lebih besar.</p>
<p>Mempengaruhi hampir satu dari empat orang dewasa di Amerika, hipertensi ternyata adalah suatu persoalan kesehatan publik yang utama.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajie89.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajie89.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajie89.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajie89.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajie89.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajie89.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajie89.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajie89.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajie89.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajie89.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajie89.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajie89.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajie89.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajie89.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=79&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajie89.wordpress.com/2009/12/10/definisi-tekanan-darah-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c5f4e124e4c9c223c52f51cb90bd1f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajie89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Psikologi Olahraga dan Pendidikan Jasmani</title>
		<link>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/27/psikologi-olahraga-dan-pendidikan-jasmani/</link>
		<comments>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/27/psikologi-olahraga-dan-pendidikan-jasmani/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 14:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajie89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[jasmani]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[penjas]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajie89.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[1. Apakah Psikologi Olahraga? Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya, mulai dari perilaku sederhana sampai yang kompleks. Perilaku manusia ada yang disadari, namun ada pula yang tidak disadari, dan perilaku yang ditampilkan seseorang dapat bersumber dari luar ataupun dari dalam dirinya sendiri. Ilmu psikologi diterapkan pula ke dalam bidang olahraga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=75&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>1. Apakah Psikologi Olahraga?<span id="more-75"></span></strong></h3>
<p>Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya, mulai dari perilaku sederhana sampai yang kompleks. Perilaku manusia ada yang disadari, namun ada pula yang tidak disadari, dan perilaku yang ditampilkan seseorang dapat bersumber dari luar ataupun dari dalam dirinya sendiri.</p>
<p>Ilmu psikologi diterapkan pula ke dalam bidang olahraga yang lalu dikenal sebagai psikologi olahraga. Penerapan psikologi ke dalam bidang olahraga ini adalah untuk membantu agar bakat olahraga yang ada dalam diri seseorang dapat dikembangkan sebaik-baiknya tanpa adanya hambatan dan factor-faktor yang ada dalam kepribadiannya. Dengan kata lain, tujuan umum dari psikologi olahraga adalah untuk membantu seseorang agar dapat menampilkan prestasi optimal, yang lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p><strong>2. Mengapa Psikologi Olahraga Diperlukan dalam Olahraga?</strong></p>
<p>Meningkatnya stres dalam pertandingan dapat menyebabkan atlet bereaksi secara negatif, baik dalam hal fisik maupun psikis, sehingga kemampuan olahraganya menurun. Mereka dapat menjadi tegang. denyut nadi meningkat, berkeringat dingin, cemas akan hasil pertandingannya, dan mereka merasakan sulit berkonsentrasi. Keadaan ini seringkali menyebabkan para atlet tidak dapat menampilkan permainan terbaiknya. Para pelatih pun menaruh minat terhadap bidang psikologi olahraga, khususnya dalam pengendalian stres.</p>
<p>Psikologi olahraga juga diperlukan agar atlet berpikir mengenai. mengapa mereka berolahraga dan apa yang ingin mereka capai? Sekali tujuannya diketahui, latihan-latihan ketrampilan psikologis dapat menolong tercapainya tujuan tersebut.<strong>3. Bagaimanakah Psikologi Olahraga Dapat Membantu Atlet Agar Memiliki Mental yang Tangguh?</strong></p>
<p>Mental yang tegar, sama halnya dengan teknik dan fisik, akan didapat melalui latihan yang terencana, teratur, dan sistematis. Dalam membina aspek psikis atau mental atlet, pertama-tama perlu disadari bahwa setiap atlet harus dipandang secara individual, yang satu berbeda dengan yang lainnya. Untuk membantu mengenal profil setiap atlet, dapat dilakukan pemeriksaan psikologis, yang biasa dikenal dengan <strong><em>“psikotes”</em></strong>,  dengan bantuan psikometri.</p>
<p>Profil psikologis atlet biasanya berupa gambaran kepnbadian secara umum, potensi intelektual. dan fungsi daya pikimya yang dihubungkan dengan olahraga. Profil atlet pada umumnya tidak berubah banyak dari waktu ke waktu. Oleh karenanya, orang sering beranggapan bahwa calon atlet berbakat dapat ditelusun semata-mata dari profil psikologisnya. Anggapan semacam ini keliru, karena gambaran psikologis seseorang tidak menjamin keberhasilan atau kegagalannya dalam prestasi olahraga, karena banyak sekali faktor lain yang mempengaruhinya. Beberapa aspek psikologis dapat diperbaiki melalui latihan ketrampilan psikologis (diuraikan kemudian) yang terencana dan sistematis, yang pelaksanaannya sangat tergantung dari komitmen si atlet terhadap program tersebut.</p>
<p><strong>B. Aspek-aspek Psikologis yang berperan dalam Olahraga</strong>Pengaruh faktor psikologis pada atlet akan terlihat dengan jelas pada saat atlet tersebut bertanding. Berikut ini akan diuraikan beberapa masalah psikologis yang paling sering timbul di kalangan olahraga, khususnya dalam kaitannya dengan pertandingan dan masa latihan.</p>
<p><strong>1. Berpikir Positif</strong></p>
<p>Berpikir positif dimaksudkan sebagai cara berpikir yang mengarahkan sesuatu ke arah positif, melihat segi baiknya. Hal ini perlu dibiasakan bukan saja oleh atlet, tetapi terlebih-lebih bagi pelatih yang melatihnya. Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka akan berpengaruh sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Berpikir positif merupakan modal utama untuk dapat memiliki ketrampilan psikologis atau mental yang tangguh.</p>
<p>Pikiran positif akan diikuti dengan tindakan dan perkataan positif pula, karena pikiran akan menuntun tindakan. Sebagai contoh, jika dalam bermain bulutangkis terlintas pikiran negatif seperti, <strong><em>“takut salah, takut out, takut bola pukulannya tanggung”</em></strong> dan sebagainya, maka kemungkinan terjadi akan lebih besar. Karena itu cobalah dan biasakan untuk selalu berpikir positif, hindari yang negatif. Demikian juga dalam memberikan instruksi kepada atlet. Daripada mengatakan: <strong><em>“Kamu ini susah sekali sih diajarnya…, salah terus…! Awas, jangan berhenti sebelum bisa!”</em></strong>, lebih baik mengatakannya dengan cara yang positif walaupun maksudnya sama: <em><strong>“Ayo, coba lagi pelan-pelan, kamu pasti bisa melakukannya. Perhatikan, tangannya, begini… langkahnya, ke sini… kena bolanya, di sini… ayo dicoba”.</strong></em></p>
<p>Sebagai pelatih, tunjukkan Anda percaya bahwa atlet Anda memiliki peluang untuk dapat berprestasi baik. Cemooh, celaan, dan kritik yang pedas yang tidak pada tempatnya, justru akan membuat atlet bereaksi negatif dan berakibat akan menurunkan motivasi yang diikuti dengan penurunan prestasi.</p>
<p><strong>2. Penetapan Sasaran</strong></p>
<p>Penetapan sasaran (goal setting) merupakan dasar dan latihan mental. Pelatih perlu membantu setiap atletnya untuk menetapkan sasaran, baik sasaran dalam latihan maupun dalam pertandingan. Sasaran tersebut mulai dan sasaran jangka panjang, menengah, sampai sasaran jangka pendek yang lebih spesifik.</p>
<p>Untuk menetapkan sasaran, ada tiga syarat yang perlu diingat agar sasaran itu bermanfaat, yaitu:</p>
<p><strong>a. Sasaran harus menantang.</strong></p>
<p>Sasaran yang ditentukan harus sedemikan rupa, sehingga atlet merasa tertantang untuk dapat mencapai sasaran tersebut.</p>
<p><strong>b. Sasaran harus dapat dicapai.</strong></p>
<p>Buatlah sasaran itu cukup tinggi, akan tetapi tidak terlalu tinggi. Atlet harus merasa bahwa sasaran yang ditetapkan itu dapat tercapai jika ia berusaha keras. Jika sasaran terlalu tinggi, sehingga atlet merasa mustahil dapat mencapainya, maka motivasi berlatihnya akan menurun. Demikian pula, jika sasaran tersebut terlalu mudah untuk dapat dicapai, maka atlet merasa tidak perlu berlatih keras karena ia akan dapat mencapai sasaran tersebut.</p>
<p><strong>c. Sasaran harus meningkat.</strong></p>
<p>Mulai dari sasaran yang relatif rendah, kemudian buatlah sasaran tersebut makin lama makin tinggi, semakin sulit tercapainya jika atlet tidak berlatih keras. Dalam setiap latihanpun biasakanlah selalu ada sasaran yang harus dicapai. Dan target yang bersifat umum, lalu uraikan lagi secara lebih spesifik. Dan target untuk suatu kompetisi jangka panjang, uraikan menjadi target atau sasaran jangka pendek, sampai target untuk setiap latihan. Sasaran yang ditetapkan tersebut, hendaknya juga ditetapkan kapan harus tercapainya, dan bagaimana pula cara mengukumya atau apa ukurannya secara objektif. Sedapat mungkin, buatkan grafik pencapaian sasaran tersebut agar terlihat jelas arah dan peningkatannya.</p>
<p><strong>3. Motivasi</strong></p>
<p>Motivasi dapat dilihat sebagai suatu proses dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu sebagai usaha dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi yang kuat menunjukkan bahwa dalam diri orang tersebut tertanam dorongan kuat untuk dapat melakukan sesuatu.</p>
<p>Ditinjau dari fungsi diri seseorang, motivasi dapat dibedakan antara motivasi yang berasal dan luar (ekstrinsik) dan motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri (intrinsik). Dengan pendekatan psikologis diharapkan atlet dalam setiap penampilannya dapat memperlihatkan motivasi yang kuat untuk bermain sebaik-baiknya, sehingga dapat memenangkan pertandingan.</p>
<p>Motivasi yang baik tidak mendasarkan dorongannya pada faktor ekstrinsik seperti hadiah atau penghargaan dalam bentuk materi. Akan tetapi motivasi yang baik, kuat, dan lebih lama menetap adalah faktor intrinsik yang mendasarkan pada keinginan pribadi yang lebih mengutamakan prestasi untuk mencapai kepuasan diri daripada hal-hal yang material.</p>
<p>Untuk mengembangkan motivasi intrinsik ini, peran pelatih dan orangtua sangat besar. Pelatih perlu melakukan pendekatan dan menumbuhkan kepercayaan diri pada atlet secara positif. Ajarkan atlet untuk dapat menghargai diri sendiri, oleh karena itu, pelatih harus memperlihatkan bahwa ia menghargai hasil kerja atlet secara konsekuen.</p>
<p><strong>4. Emosi</strong></p>
<p>Faktor-faktor emosi dalam diri atlet menyangkut sikap dan perasaan atlet secara pribadi terhadap diri sendiri, pelatih maupun hal-hal lain di sekelilingnya. Bentuk-bentuk emosi dikenal sebagai perasaan seperti senang, sedih, marah, cemas, takut, dan sebagainya. Bentuk-bentuk emosi tersebut terdapat pada setiap orang. Akan tetapi yang perlu diperhatikan di sini adalah bagaimana kita mengendalikan emosi tersebut agar tidak merugikan diri sendiri.</p>
<p>Pengendalian emosi dalam pertandingan olahraga seringkali menjadi faktor penentu kemenangan. Para pelatih harus mengetahui dengan jelas bagaimana gejolak emosi atlet asuhannya, bukan saja dalam pertandingan tetapi juga dalam latihan dan kehidupan sehari-hari. Pelatih perlu tahu kapan dan hal apa saja yang dapat membuat atletnya marah, senang, sedih, takut, dan sebagainya. Dengan demikian pelatih perlu juga mencari data-data untuk mengendalikan emosi para atlet asuhannya. yang tentu saja akan berbeda antara atlet yang satu dengan atlet lainnya.</p>
<p>Gejolak emosi dapat mengganggu keseimbangan psikofisiologis seperti gemetar, sakit perut, kejang otot, dan sebagainya. Dengan terganggunya keseimbangan fisiologis maka konsentrasi pun akan terganggu, sehingga atlet tidak dapat tampil maksimal. Seringkali seorang atlet mengalami ketegangan yang memuncak hanya beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Demikian hebatnya ketegangan tersebut sampai ia tidak dapat melakukan awalan dengan baik. Apalagi jika lawannya dapat menekan dan penonton pun tidak berpihak padanya, maka dapat dibayangkan atlet tersebut tidak akan dapat bermain baik. Konsentrasinya akan buyar, strategi yang sudah disiapkan tidak dapat dijalankan, bahkan ia tidak tahu harus berbuat apa.</p>
<p>Disinilah perlunya dipelajari cara-cara mengatasi ketegangan (stress mana- gement). Sebelum pelatih mencoba mengatasi ketegangan atletnya. terlebih dulu harus diketahui sumber-sumber ketegangan tersebut. Untuk mengetahuinya, diperlukan adanya komunikasi yang baik antara pelatih dengan atlet. Berikut ini dijelaskan secara terpisah mengenai aspek-aspek yang berkaitan dengan emosi.</p>
<p><strong>5. Kecemasan dan Ketegangan</strong></p>
<p>Kecemasan biasanya berhubungan dengan perasaan takut akan kehilangan sesuatu, kegagalan, rasa salah, takut mengecewakan orang lain, dan perasaan tidak enak lainnya. Kecemasan-kecemasan tersebut membuat atlet menjadi tegang, sehingga bila ia terjun ke dalam pertandingan maka dapat dipastikan penampilannya tidak akan optimal. Untuk itu, telah banyak diketahui berbagai teknik untuk mengatasi kecemasan dan ketegangan yang penggunaannya tergantung dari macam kecemasannya.</p>
<p>Sebagai usaha untuk dapat mengatasi ketegangan dan kecemasan, khususnya dalam menghadapi pertandingan, lakukanlah beberapa teknik berikut ini :</p>
<p>a. Identifikasikan dan temukan sumber utama dan permasalahan yang menimbulkan kecemasan.<br />
b. Lakukan latihan simulasi, yaitu latihan di bawah kondisi seperti dalam pertandingan sesungguhnya.<br />
c. Usahakan untuk mengingat, memikirkan dan merasakan kembali saat-saat ketika mencapai penampilan paling baik atau paling mengesankan.<br />
d. Lakukan latihan relaksasi progresif, yaitu melakukan peregangan alau pengendoran otot-otot tertentu secara sistematis dalam waktu tertentu.<br />
e. Lakukan latihan otogenik, yaitu bentuk latihan relaksasi yang secara sistematis memikirkan dan merasakan bagian-bagian tubuh sebagai hangat dan berat.<br />
f. Lakukan latihan pernapasan dengan bernapas melalui mulut dan hidung serta secara sadar bernapas dengan menggunakan diafragma.<br />
g. Dengarkan musik (untuk mengalihkan perhatian).<br />
h. Berbincang-bincang, berada dalam situasi sosial (untuk mengalihkan perhatian).<br />
i. Membuat pernyataan-pernyataan positif terhadap diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang diperlukan saat itu.<br />
j. Lain-lain yang dapat mengurangi ketegangan.</p>
<p><strong>6. Kepercayaan Diri</strong></p>
<p>Dalam olahraga, kepercayaan diri sudah pasti menjadi salah satu faktor penentu suksesnya seorang atlet. Masalah kurang atau hilangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri akan mengakibatkan atlet tampil di bawah kemampuannya. Karena itu sesungguhnya atlet tidak perlu merasa ragu akan kemampuannya, sepanjang ia telah berlatih secara sungguh-sungguh dan memiliki pengalaman bertanding yang memadai.</p>
<p>Peran pelatih dalam menumbuhkan rasa percaya diri atletnya sangat besar. Syarat untuk untuk membangun kepercayaan diri adalah sikap positif. Beritahu pemain di mana letak kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Buatkan program latihan untuk setiap atlet dan bantu mereka untuk memasang target sesuai dengan kemampuannya agar target dapat tercapai jika latihan dilakukan dengan usaha keras. Berikan kritik membangun dalam melakukan penilaian terhadap atlet. Ingat, kritik negatif bahkan akan mengurangi rasa percaya diri.</p>
<p>Jika pemain telah bekerja keras dan bermain bagus (walaupun kalah), tunjukkan penghargaan Anda sebagai pelatih. Jika pemain mengalami kekalahan (apalagi tidak dengan bermain baik), hadapkan ia pada kenyataan objektif. Artinya, beritahukan mana yang telah dilakukannya secara benar dan mana yang salah, serta tunjukkan bagaimana seharusnya. Menemui pemain yang baru saja mengalami kekalahan harus dilakukan sesegera mungkin dibandingkan dengan menemui pemain yang baru saja mencetak kemenangan.</p>
<p><strong>7. Komunikasi</strong></p>
<p>Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi dua arah, khususnya antara atlet dengan pelatih. Masalah yang sering timbul dalam hal kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara pelatih dengan atletnya adalah timbulnya salah pengertian yang menyebabkan atlet merasa diperlakukan tidak adil, sehingga tidak mau bersikap terbuka terhadap pelatih. Akibat lebih jauh adalah berkurangnya kepercayaan atlet terhadap pelatih.</p>
<p>Untuk menghindari terjadinya hambatan komunikasi, pelatih perlu menyesuaikan teknik-teknik komunikasi dengan para atlet seraya memperhatikan asas individual. Keterbukaan pelatih dalam hal pogram latihan akan membantu terjalinnya komunikasi yang baik, asalkan dilakukan secara objektif dan konsekuen. Atlet perlu diberi pengertian tentang tujuan program latihan dan fungsinya bagi tiap-tiap individu.</p>
<p>Sebelum program latihan dijalankan, perlu dijelaskan dan dibuat peraturan mengenai tata tertib latihan dan aturan main lainnya termasuk sanksi yang clikenakan jika terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang telah dibuat tersebut. Jadi, hindarilah untuk memberlakukan suatu sanksi yang belum pernah diberitahukan sebelumnya. Misalnya, seorang atlet minum Coca Cola dalam latihan, lalu dihukum oleh pelatih. Atlet tersebut bingung dan bertanya-tanya mengapa ia dihukum karena ia tidak pernah dijelaskan sebelumnya oleh pelatih bahwa dalam latihan dilarang minum minuman bersoda.</p>
<p>Demikian pula dalam hal pelaksanaanya. Peraturan yang sudah dibuat, haruslah dijalankan secara konsekuen. Artinya, jika seorang atlet dihukum karena melanggar peraturan tertentu, maka jika ada atlet lain yang melanggar peraturan yang sama ia pun harus mendapat hukuman yang sama. Demikian pula jika atlet yang sama melakukannya lagi di kemudian hari.</p>
<p>Pelatih pun perlu bersikap objektif dan berpikir positif. Bersikap objektif maksudnya adalah bersikap sesuai dengan kenyataan atau fakta apa adanya tanpa menyangkutpautkan dengan hal lain. Jika pelatih marah terhadap atlet karena misalnya si atlet datang terlambat dalam latihan, maka hukumlah atlet itu hanya atas keterlambatannya, jangan dihubungkan dengan hal-hal lain (ingat, hukuman tersebut harus sudah tertera dalam tata tertib latihan).</p>
<p><strong>8. Konsentrasi</strong></p>
<p>Konsentrasi merupakan suatu keadaan di mana kesadaran seseorang tertuju kepada suatu obyek tententu dalam waktu tertentu. Makin baik konsentrasi seseorang, maka makin lama ia dapat melakukan konsentrasi. Dalam olahraga, konsentrasi sangat penting peranannya. Dengan berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan, apalagi pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah.</p>
<p>Dalam olahraga, masalah yang paling sering timbul akibat terganggunya konsentrasi adalah berkurangnya akurasi lemparan, pukulan, tendangan &amp; tembakan sehingga tidak mengenai sasaran. Akibat lebih lanjut jika akurasi berkurang adalah strategi yang sudah dipersiapkan menjadi tidak jalan, sehingga atlet akhimya kebingungan, tidak tahu harus bermain bagaimana dan pasti kepercayan dirinya pun akan berkurang. Untuk menghindari keadaan tersebut, perlu dilakukan latihan berkonsentrasi.</p>
<p><strong>9. Evaluasi Diri</strong></p>
<p>Evaluasi diri dimaksudkan sebagai usaha atlet untuk mengenali keadaan yang terjadi pada dirinya sendiri. Hal ini perlu dilakukan agar atlet dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dirinya pada saat yang lalu maupun saat ini. Dengan bekal pengetahuan akan keadaan dirinya ini maka pemain dapat memasang target latihan maupun target pertandingan dan cara mengukurnya. Kegunaan lainnya adalah untuk mengevaluasi hal-hal yang telah dilakukannya, sehingga memungkinkan untuk mengulangi penampilan terbaik dan mencegah terulangnya penampilan buruk.</p>
<p>Oleh karena itu, pelatih perlu menginstruksikan atletnya untuk memiliki buku catatan harian mengenai latihan dan pertandingan. Minta pemain untuk menuliskan kelemahan dan kelebihan diri sendiri, baik dalam segi fisik, teknik, maupun mental. Kemudian koreksilah jika menurut Anda sebagai pelatih ada hal-hal yang tidak sesuai atau ada yang kurang.</p>
<p>Biasakan agar atlet mengisi buku tersebut secara teratur. Ajak atlet untuk menuliskan di dalam bukunya hal-hal yang intinya sebagai berikut:</p>
<p>- Target jangka panjang, menengah, dan jangka pendek dalam latihan dan pertandingan.<br />
- Sesuatu yang dilakukan dan dipikirkan sebelum latihan atau pertandingan.<br />
- Suatu gerakan atau penampilan mengesankan.<br />
- Catatan mengenai kelemahan dan kelebihan lawan yang akan dihadapi dan strategi menghadapinya.<br />
- Hasil dan jalannya pertandingan.<br />
- Hal yang mengganggu emosi atau membuat penampilan jadi buruk.<br />
- Penghargaan yang didapat atas suatu keberhasilan.</p>
<p>Pastikan bahwa buku tersebut diisi secara teratur oleh setiap atlet. Namun perlu diingat bahwa pelatih jangan terlalu memaksa untuk membaca buku harian atlet. Biarkan itu menjadi bagian dan rahasia pribadi mereka. Yang perlu dipantau oleh pelatih adalah bahwa atlet mempunyai bahan bagi dirinya sendiri untuk melakukan evaluasi.</p>
<p><strong>C. Persiapan  Pertandingan</strong>Setelah atlet dilatih baik fisik, teknik, strategi, maupun mentalnya dengan program latihan yang tepat, maka untuk menguji hasil latihannya adalah dengan lterjun ke dalam pertandingan. Tentunya diharapkan bahwa setiap pemain akan dapat menampilkan seluruh kemampuannya yang didapat dan latihan. Namun acapkali pemain tampil di bawah form, artinya ia tidak dapat menampilkan seluruh kemampuan yang dimilikinya pada saat pertandingan.</p>
<p>Untuk mengatasi hal seperti di atas, perlu diciptakan situasi yang mendukung yang tercapainya prestasi optimal dan dilakukan perwapan mental untuk menghadapi suatu pertandingan agar si atlet dapat menampilkan seluruh kemampuannya, sehingga tercapailah prestasi puncak.</p>
<p>Ada empat tahap penting dalam persiapan menuju pertandingan, yaitu</p>
<p>(1). Sebelum hari pertandingan<br />
(2). Pada hari pertandingan<br />
(3). Saat pertandingan<br />
(4). Setelah hari pertandingan.</p>
<p>Berikut uraiannya dalam contoh persiapan pertandingan bulutangkis:</p>
<p><strong>1. Sebelum Hari Pertandingan</strong></p>
<p>a. Kumpulkan data mengenai kekuatan dan kelemahan lawan. Jika memungkin- kan, putarlah rekaman pertandingannya. Kemudian susunlah strategi untuk menghadapinya. Untuk pemain ganda, diskusikan strategi tersebut dengan pasangannya.</p>
<p>b. Pantau kemajuan atlet, baik fisik maupun mentalnya dengan memperhatikan bagaimana tingkat konsentrasinya, bagaimana <em>irama, timing, power</em>, dan kelancaran menjalankan ketrampilannya serta sikapnya terhadap latihan secara umum.</p>
<p>c. Pantau tingkat kecemasan atlet dengan melihat ekspresi wajahnya apakah cerah atau murung: apakah sinar matanya letih atau segar dan awas. Juga perhatikan suasana hatinya, bagaimana kualitas tidur dan makannya, apakah ia mengalami faktor-faktor psikosomatis seperti sakit perut, nyeri otot, sesak nafas, demam, batuk, keringat dingin, dan sebagainya.</p>
<p>d. Pada saat tidak latihan, pastikan bahwa atlet tidak “hidup dan berpikir” mengenai pertandingannya 24 jam sehan. Berikan aktivitas yang menyenangkan bagi dirinya yang dapat memberikan suasana gembira, sehingga ia bisa mengalihkan pikirannya sejenak dari pertandingan.</p>
<p>e. Satu hari menjelang pertandingan, biasanya cukup latihan ringan saja dan tidak perlu berada di lapangan terlalu lama. Pada malam hari sebelum bertanding, tidurlah pada saat yang tepat, tidak perlu tidur terlalu cepat. Sebelum tidur, lakukan latihan relaksasi dan visualisasi. Jika pertandingan besok dilakukan pagi atau siang hari, siapkan alat-alat perperlengkapan pertandingan, termasuk baju ganti dan perlengkapan cadangan malam ini juga agar esok tidak terburu-buru. Pastikan semua dalam keadaan baik.</p>
<p><strong>2. Pada Hari Pertandingan</strong></p>
<p>a. Bangun tidur pada saat yang tepat, malamnya harus tidur cukup dan tidak berlebihan. Kemudian lakukan aktivitas rutin kebiasaan sehari-hari, seperti sembahyang, berdoa, stretching, sarapan (perhatikan kapan harus makan dan apa yang harus dimakan), latihan relaksasi dan visualisasi, memeriksa kembali perlengkapan pertandingan termasuk cadangannya. Mulailah hari ini dengan gembira, optimis, dan berpikir positif.</p>
<p>b. Berangkatlah ke tempat pertandingan pada saat yang tepat. Perhitungkan jarak ke tempat pertandingan, bagaimana mencapainya, kemacetannya dan sebagainya. Tidak perlu berangkat terlalu cepat, namun jangan sampai terlambat, sehingga tidak ada waktu untuk istirahat, penyesuaian dan pemanasan.</p>
<p>c. Di tempat pertandingan pelatih perlu mengenali atlet mana yang berada didekat teman-temannya dan mana yang lebih suka menyendiri. Pastikan di lapangan mana atlet yang akan bertanding, jangan lupa melapor panitia. Untuk pertandingan pertama, pastikan atlet sudah hapal dimana letak ruang ganti, WC, ruang kesehatan, tes doping, tempat ganti senar, dan sebagainya.</p>
<p>d. Sambil melakukan pemanasan, atlet hendaknya meningkatkan level `semangat’ dlan tetap berpikir positif. Pelatih dapat mengingatkan strategi yang akan diterapkan secara sekilas. Lakukan stroke dengan penuh konsentrasi yang kemudian dapat dilanjutkan dengan’visualisasi clan relaksasi.</p>
<p><strong>3. Saat Bertanding</strong></p>
<p>Saat bertanding tiba, bukan waktunya lagi untuk memikirkan teknik memukul atau bagaimana harus melangkah. Itu semua sudah dilatih dalam latihan dan sudah dihayati dalam visualisasi. Sekarang saatnya tinggal mengulang-ulang kejadian yang sudah divisualisasikan dan melakukannya sesuai dengan situasi saat ini. Sekarang adalah saatnya melakukan konsentrasi penuh hanya pada bola dan jalannya pertandingan.</p>
<p>Anjurkan atlet untuk:</p>
<p>a. Memantau clan menyesuaikan tingkat kecemasan,  lakukan relaksasi.</p>
<p>b. Pusatkan perhatian semata-mata hanya terhadap permainan yang sedang dijalani. Kesalahan yang baru atau pernah terjadi, clan yang mungkin terjadi jangan dihiraukan.</p>
<p>c. Berpikir positif dan optimis, jangan biarkan pikiran-pikiran negatif.</p>
<p>d. Jangan terlalu banyak menganalisa.</p>
<p>e. Bermainlah dengan irama sendiri, jangan terbawa irama lawan.</p>
<p>f. Menjalankan strategi yang telah disiapkan. Jangan diubah jika strategi itu berjalan. Lakukan evaluasi singkat, jika strategi tidak jalan, lakukan penyesuaian dengan alternatif strategi yang sudah dipersiapkan.</p>
<p>g. Hindari hal-hal negatif seperti, menyalahkan diri sendiri secara berlebihan, berbicara terhadap diri sendiri berlebihan, berpikir negatif, meragukan kemampuan clan menyerah sebelum pertandingan selesai.</p>
<p>h. Jika bermain bagus, jangan bertanya mengapa clan mengganti apapun; biarkan berjalan demikian. Jangan mengendor jika sedang leading (memimpin pertandingan), clan tidak perlu kasihan jika lawan mendapat angka nol.</p>
<p><strong>4. Setelah Hari Pertandingan</strong></p>
<p>a. Mintalah atlet mencatat hal-hal posisitf maupun negatif yang dirasa berpengaruh terhadap penampilannya dalam pertandingan tadi. Bukan hanya yang bersifat teknik, taktik, clan strategi, tetapi juga yang bersifat mental, bahkan hal-hal kecil lainnya. Catat hasil tersebut dalam buku evaluasi si atlet.</p>
<p>b. Evaluasi penampilan dalam pertandingan tadi. Apakah mencapai sasaran?</p>
<p>c. Putuskan apakah perlu diadakan penyesuaian terhadap program latihan.</p>
<p>d. Pusatkan perhatian terhadap aspek-aspek positif dari penampilan dalam pertandingan.</p>
<p><strong>D. Pelatih Sebagai Pembina Mental Atlit</strong>Pelatih dalam olahraga dapat mempunyai fungsi sebagai pembuat atau pelaksana program latihan, sebagai motivator, konselor, evaluator dan yang bertanggung jawab terhadap segala hal yang berhubungan dengan kepelatihan tersebut. Sebagai manusia biasa, pelatih sama halnya dengan atlet, mempunyai kepribadian yang unik yang berbeda antara satu dengan lainnya. Setiap pelatih memiliki kelebihan dan kekurangan, karena itu tidak ada pelatih yang murni ideal atau sempura.</p>
<p>Dalam mengisi peran sebagai pelatih, seseorang harus melibatkan diri secara total dengan atlet asuhannya. Artinya, seorang pelatih bukan hanya melulu mengurusi masalah atau hal-hal yang berhubungan dengan olahraganya saja, tetapi pelatih juga harus dapat berperan sebagai teman, guru. orangtua, konselor, bahkan psikolog bagi atlet asuhannya. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa atlet sebagai seorang yang ingin mengembangkan prestasi, akan mempunyai kepercayaan penuh terhadap pelatihnya.</p>
<p>Keterlibatan yang mendalam antara pelatih dengan atlet asuhannya harus dilandasi oleh adanya empati dan pelatih terhadap atletnya tersebut.Empati ini merupakan kemampuan pelatih untuk dapat menghayati perasaan atau keadaan atletnya, yang berarti pelatih dapat mengerti atletnya secara total tanpa ia sendiri kehilangan identitas pnbadinya. Untuk mengerti keadaan atlet dapat diperoleh dengan mengetahui atau mengenal hal-hal penting yang ada pada atlet yang bersangkutan. Pengetahuan sekadarnya saia tidak cukup bagi pelatih untuk mengetahui keadaan psikologi atletnya. Dasar dan sikap mau memahami keadaan psikologi atletnya adalah pengertian pelatih bahwa setiap orang memiliki sifat-sifat khusus yang memerlukan penanganan khusus pula dalam hubungan dengan pengembangan potensinya.</p>
<p>Kepribadian seorang pelatih dapat pula membentuk kepribadian atlet yang menjadi asuhannya. Hal terpenting yang harus ditanamkan pelatih kepada atletnya adalah bahwa atlet percaya pada pelatih bahwa apa yang diprogramkan dan dilakukan oleh pelatih adalah untuk kebaikan dan kemajuan si atlet itu sendiri. Untuk bisa mendapatkan kepercayaan tersebut dari atlet, pelatih tidak cukup hanya memintanya, tetapi harus membuktikannya melalui ucapan, perbuatan, dan ketulusan hati. Sekali atlet mempercayai pelatih maka seberat apapun program yang dibuat pelatih akan dijalankan oleh si atlet dengan sungguh-sungguh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajie89.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajie89.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajie89.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajie89.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajie89.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajie89.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajie89.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajie89.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajie89.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajie89.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajie89.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajie89.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajie89.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajie89.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=75&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/27/psikologi-olahraga-dan-pendidikan-jasmani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c5f4e124e4c9c223c52f51cb90bd1f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajie89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah dan Perkembangan Basket</title>
		<link>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/27/sejarah-dan-perkembangan-basket/</link>
		<comments>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/27/sejarah-dan-perkembangan-basket/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 13:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajie89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[basket]]></category>
		<category><![CDATA[bolabasket]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajie89.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang pastor. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang pastor asal Kanada yang mengajar di sebuah fakultas untuk para mahasiswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=71&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang pastor.<span id="more-71"></span> Pada tahun 1891, Dr. <a title="James Naismith" href="http://id.wikipedia.org/wiki/James_Naismith">James Naismith</a>, seorang pastor asal <a title="Kanada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanada">Kanada</a> yang mengajar di sebuah fakultas untuk para mahasiswa profesional di <a title="YMCA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/YMCA">YMCA</a> (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di <a title="Springfield, Massachusetts (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Springfield,_Massachusetts&amp;action=edit&amp;redlink=1">Springfield, Massachusetts</a>, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di <a title="New England" href="http://id.wikipedia.org/wiki/New_England">New England</a>.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.</p>
<p>Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswanya untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.</p>
<p>Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal <a title="20 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/20_Januari">20 Januari</a> <a title="1892" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1892">1892</a> di tempat kerja Dr. <a title="James Naismith" href="http://id.wikipedia.org/wiki/James_Naismith">James Naismith</a>. &#8220;<em>Basket ball</em>&#8221; (sebutan bagi olahraga ini dalam <a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>), adalah sebutan yang digagas oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatiknya ditempatkan di seluruh cabang YMCA di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.</p>
<p>Pada awalnya,setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble,sehingga bola hanya dapat berpindah melalui pass (lemparan). Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan dasar tersebut adalah sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.</li>
<li>Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).</li>
<li>Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.</li>
<li>Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.</li>
<li>Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa pendiskualifikasian pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.</li>
<li>Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.</li>
<li>Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).</li>
<li>Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.</li>
<li>Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.</li>
<li>Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.</li>
<li>Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.</li>
<li>Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit</li>
<li>Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.</li>
</ol>
<p>Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinamakan sebagai Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Terlahir sebagai warga Kanada, ia menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajie89.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajie89.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajie89.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajie89.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajie89.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajie89.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajie89.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajie89.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajie89.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajie89.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajie89.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajie89.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajie89.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajie89.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=71&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/27/sejarah-dan-perkembangan-basket/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c5f4e124e4c9c223c52f51cb90bd1f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajie89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Tenis Lapangan</title>
		<link>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/24/sejarah-tenis-lapangan/</link>
		<comments>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/24/sejarah-tenis-lapangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 14:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajie89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga & Fitness]]></category>
		<category><![CDATA[lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tenis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajie89.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat berbagai jenis permainan yang menggunakan raket yang dimainkan dewasa ini dan tenis merupakan salah satu permainan yang paling disukai. Menurut beberapa catatan sejarah, permainan menggunakan bola dan raket sudah dimainkan sejak sebelum Masehi, yaitu di Mesir dan Yunani. Pada abad ke-11 sejenis permainan yang disebut jeu de paume, yang menyerupai permainan tenis kini, telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=67&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terdapat berbagai jenis permainan yang menggunakan raket yang dimainkan dewasa ini dan tenis merupakan salah satu permainan yang paling disukai. Menurut beberapa catatan sejarah, permainan menggunakan bola dan raket sudah dimainkan sejak sebelum Masehi, yaitu di <a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a> dan <a title="Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yunani">Yunani</a>. Pada <a title="Abad ke-11" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-11">abad ke-11</a> sejenis permainan yang disebut <em>jeu de paume</em>, yang menyerupai permainan tenis kini<span id="more-67"></span>, telah dimainkan untuk pertama kali di sebuah kawasan di <a title="Perancis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis">Perancis</a>. Bola yang digunakan dibalut dengan benang berbulu sedangkan pemukulnya hanyalah tangan.</p>
<p>Permainan ini kemudian diperkenalkan ke <a title="Italia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Italia">Italia</a> dan <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> pada <a title="Abad ke-13" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-13">abad ke-13</a> dan mendapat sambutan hangat dalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata di antara rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu perkembangan tenis terus meningkat ke negara-negara <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a> yang lain.</p>
<p>Raket bersenar diperkenalkan pertama kali pada <a title="Abad ke-15" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-15">abad ke-15</a> oleh Antonio da Scalo, seorang <a title="Pastur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pastur">pastur</a> berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua permainan yang menggunakan bola, termasuk tenis. Majalah Inggris &#8220;Sporting Magazine&#8221; menamakan permainan ini sebagai &#8216;tenis lapangan&#8217; (<em>lawn tennis</em>). Dalam buku &#8220;Book of Games And Sports&#8221;, yang diterbitkan dalam tahun <a title="1801" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1801">1801</a>, disebut sebagai &#8220;tenis panjang&#8221;. Tenis pada mulanya merupakan permainan masyarakat kelas atas. Tenis lapangan rumput yang terkenal di zaman <a title="Ratu Victoria" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ratu_Victoria">Ratu Victoria</a> lalu ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa.</p>
<p>Klub tenis pertama yang didirikan adalah <em>Leamington</em> di <a title="Perancis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis">Perancis</a> oleh J.B. Perera, Harry Gem, Dr. Frederick Haynes, dan Dr. Arthur Tompkins pada tahun <a title="1872" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1872">1872</a>. Pada masa itu, tenis disebut sebagai <em>pelota</em> atau <em>lawn rackets</em>. Dalam tahun <a title="1874" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1874">1874</a> permainan tenis telah pertama kali dimainkan di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> oleh Dr. James Dwight dan F.R. Sears. Sementara itu, <em>All England Croquet Club</em> pun telah didirikan pada tahun <a title="1868" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1868">1868</a>. Dua tahun setelah itu dibukalah kantornya di Jalan Worple, <a title="Wimbledon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wimbledon">Wimbledon</a>. Pada tahun <a title="1875" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1875">1875</a>, klub ini juga bersedia memperuntukkan sebagian dari lahannya untuk permainan tenis dan <a title="Badminton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Badminton">badminton</a>. Sehubungan dengan itu, peraturan permainan tenis lapangan rumput ditulis. Amerika Serikat mendirikan klub tenis yang pertama di Staten Island. Bermula dari situlah, permainan tenis di Amerika Serikat berkembang dengan pesat sekali. Dari sana lahir banyak pemain tenis tangguh yang menguasai percaturan tenis tingkat dunia.</p>
<p>Kejuaraan tenis pertama bermula tahun <a title="1877" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1877">1877</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajie89.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajie89.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajie89.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajie89.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajie89.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajie89.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajie89.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajie89.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajie89.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajie89.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajie89.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajie89.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajie89.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajie89.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=67&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/24/sejarah-tenis-lapangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c5f4e124e4c9c223c52f51cb90bd1f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajie89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bola Voly</title>
		<link>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/06/bola-voly/</link>
		<comments>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/06/bola-voly/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 14:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajie89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga & Fitness]]></category>
		<category><![CDATA[Bolavoly]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[teknik]]></category>
		<category><![CDATA[voli]]></category>
		<category><![CDATA[voly]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajie89.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Bola voli adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki enam orang pemain. Terdapat pula variasi permainan bola voli pantai yang masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain. Lapangan permainan Ukuran lapangan bola voli Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2,43 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=64&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0cm; color: #000000 } 		P.western { font-size: 12pt } 		P.cjk { font-size: 12pt } 		H2 { margin-bottom: 0.21cm } 		H3 { margin-bottom: 0.21cm } 		A:link { so-language: zxx } --></p>
<p lang="id-ID"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Bola voli</strong></span></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"> adalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Olahraga">olahraga</a> permainan yang dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki enam orang pemain. Terdapat pula variasi permainan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bola_voli_pantai">bola voli pantai</a> yang masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain. <span id="more-64"></span></span></span></span></span></span></p>
<h2><a name="Lapangan_permainan"></a><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:large;">Lapangan permainan </span></span></span></h2>
<p><span style="color:#0000ff;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:VolleyballCourt.png"><span style="color:#000080;"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" border="1" alt="" width="15" height="11" align="BOTTOM" /></span></a></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Ukuran lapangan bola voli</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter. Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan net). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.</span></span></span></p>
<h2><a name="Cara_permainan"></a> <span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Cara permainan</span></span></span></h2>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Dalam sebuah tim, terdapat 4 peran penting, yaitu <em>tosser</em> (atau <em>setter</em>), <em>spiker</em> (<em>smash</em>), <em>libero</em>, dan <em>defender</em> (pemain bertahan). <em>Tosser</em> atau pengumpan adalah orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan. <em>Spiker</em> bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan. <em>Libero</em> adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh men-<em>smash</em> bola ke seberang net. <em>Defender</em> adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Permainan voli menuntut kemampuan otak yang prima, terutama <em>tosser</em>. <em>Tosser</em> harus dapat mengatur jalannya permainan. <em>Tosser</em> harus memutuskan apa yang harus dia perbuat dengan bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik sebelum bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan.</span></span></span></p>
<h2><a name="Sejarah"></a> <span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Sejarah</span></span></span></h2>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).</span></span></span></p>
<h3><a name="Penghitungan_angka"></a> <span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:large;">Penghitungan angka</span></span></span></h3>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Aturan permainan dari bola voli adalah:</span></span></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Jika 	pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita 	kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai </span></span></span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Serve 	yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. 	Jika tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai </span></span></span></li>
</ol>
<h2><a name="Teknik_Bola_Voli"></a> <span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:large;">Teknik Bola Voli</span></span></span></h2>
<h3><a name="Service"></a><span style="color:#0000ff;"> <span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Service</span></span></span></h3>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Service ada beberapa macam: 1 Service Atas Adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">2 Service Bawah Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">3 Service Mengapung Adalah service atas dengan awalan dan cara memukul yang hampir sama. Awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">yang perlu diperhatikan dalam service</span></span></span></p>
<ul>
<li>
<dd><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Sikap 	badan dan pandangan </span></span></span> </dd>
</li>
<li>
<dd> <span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Lambung 	keatas harus sesuai dengan kebutuhan. </span></span></span> </dd>
</li>
<li>
<dd> <span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Saat 	kapan harus memukul Bola. </span></span></span> </dd>
</li>
</ul>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli</span></span></span></p>
<h3><a name="Passing"></a><span style="color:#0000ff;"> <span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Passing</span></span></span></h3>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Passing 	Bawah (Pukulan/pengambilan tangan kebawah) </span></span></span>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Sikap 		badan jongkok, lutut agak ditekuk. </span></span></span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">tangan 		dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan. </span></span></span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Gerakan 		tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola. </span></span></span></li>
</ul>
</li>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Passing 	Keatas (Pukulan/pengambilan tangan keatas) </span></span></span>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Sikap 		badan jongkok, lutut agak ditekuk. </span></span></span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Badan 		sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk 		lengkungan setengah bola. </span></span></span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Ibu 		jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga. </span></span></span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Penyentuhan 		pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan </span></span></span></li>
</ul>
</li>
</ul>
<h3><a name="Smash_.28spike.29"></a><span style="color:#0000ff;"> <span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Smash (spike)</span></span></span></h3>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan. Teknik smash Menurut Muhajir Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal (2006,23). Menurut pendapat M. Mariyanto mengemukakan bahwa : “ Smash adalah suatu pukulan yang kuat dimana tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas , sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada diatas net , maka bola dapat dipukul tajam ke bawah .” (2006 : 128 ) Menurut Iwan Kristianto mengemukakan bahwa , Smash adalah pukulan keras yang biasanya mematikan karena bola sulit diterima atau dikembalikan . “ (2003 : 143 ) . Spike adalah merupakan bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu tim dalam permainan voli . Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Teknik Smash atau spike adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang biasanya mematikan ke daerah lawan. Tes smash Menurut Sandika mengemukakan bahwa tes smash adalah tolok ukur untuk mengukur kemampuan smash.</span></span></span></p>
<h3><a name="Membendung_.28Bloking.29"></a><span style="color:#0000ff;"> <span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Membendung (Bloking)</span></span></span></h3>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">a.Jongkok, bersiap untuk melompat.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">b.Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">c.Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian memblok.</span></span></span></p>
<h3><a name="Kedudukan_Pemain_.28Posisi_Pemain.29"></a><span style="color:#0000ff;"> <span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Kedudukan Pemain (Posisi Pemain)</span></span></span></h3>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial Black,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Pada waktu service kedua regu harus berada dalam lapangan / didaerahnya masing-masing dalam 2 deret kesamping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret ada di belakang. Pemain nomor satu dinamakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Server">server</a>, pemain kedua dinamakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spiker&amp;action=edit&amp;redlink=1">spiker</a>, pemain ketiga dinamakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Set_upper&amp;action=edit&amp;redlink=1">set upper</a> atau <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tosser&amp;action=edit&amp;redlink=1">tosser</a>,pemain nomor empat dinamakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Blocker&amp;action=edit&amp;redlink=1">blocker</a>, pemain nomor lima dan enam dinamakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Libero&amp;action=edit&amp;redlink=1">libero</a></span></span></span></p>
<p lang="id-ID">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajie89.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajie89.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajie89.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajie89.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajie89.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajie89.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajie89.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajie89.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajie89.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajie89.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajie89.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajie89.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajie89.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajie89.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=64&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/06/bola-voly/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c5f4e124e4c9c223c52f51cb90bd1f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajie89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PERBASI</title>
		<link>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/05/perbasi/</link>
		<comments>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/05/perbasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 13:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajie89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga & Fitness]]></category>
		<category><![CDATA[basket]]></category>
		<category><![CDATA[PERBASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajie89.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Sejarah Perbasi dimulai pada tahun 1951, di mana Tony Wen dan Wim Latumeten diminta oleh Maladi yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menyusun organisasi olahraga bola basket Indonesia. Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi bola basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=61&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Sejarah Perbasi dimulai pada tahun 1951, di mana Tony Wen dan Wim Latumeten diminta oleh Maladi yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI)<span id="more-61"></span> untuk menyusun organisasi olahraga bola basket Indonesia. Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal<a title="1951" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1951"></a> 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi bola basket Indonesia dengan nama <em>Persatuan Basketball Seluruh Indonesia</em> disingkat Perbasi. Tony Wen menduduki jabatan ketua serta Wim Latumeten sebagai sekretaris. Tahun 1955 namanya diubah dan disesuaikan dengan perbendaharaan bahasa Indonesia, menjadi <em>Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia</em> dan tetap disingkat Perbasi.</p>
<p>Perbasi menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari tingkat perkumpulan, pengurus cabang (pengcab) Perbasi, pengurus daerah (pengda) Perbasi, sampai kepada pengurus besar (PB) Perbasi. Dalam perjalanannya PB Perbasi telah beberapa kali berganti kepengurusan. Pengusaha mudaNoviantika Nasution<a title="Noviantika Nasution (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Noviantika_Nasution&amp;action=edit&amp;redlink=1"></a> saat ini menjabat sebagai Ketua PB Perbasi setelah sebelumnya jabatan ketua dipegang oleh Gubernur DKI, Sutiyoso. Sedangkan Setia Dharma Madjid menjabat sebagai Sekjen.</p>
<h2></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajie89.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajie89.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajie89.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajie89.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajie89.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajie89.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajie89.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajie89.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajie89.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajie89.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajie89.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajie89.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajie89.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajie89.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=61&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/05/perbasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c5f4e124e4c9c223c52f51cb90bd1f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajie89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dehidrasi</title>
		<link>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/05/dehidrasi/</link>
		<comments>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/05/dehidrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 13:32:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajie89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga & Fitness]]></category>
		<category><![CDATA[dehidrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajie89.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Dehidrasi adalah kekurangan cairan tubuh. Beberapa mekanisme bekerja sama untuk mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh. Salah satu yang terpenting adalah mekanisme haus. Jika tubuh memerlukan lebih banyak air, maka pusat saraf di otak dirangsang sehingga timbul rasa haus. Rasa haus akan bertambah kuat jika kebutuhan tubuh akan air meningkat, mendorong seseorang untuk minum dan memenuhi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=59&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="DEFINISI"></a></p>
<p lang="sv-SE"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Dehidrasi adalah kekurangan cairan tubuh. </strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Beberapa mekanisme bekerja sama untuk mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh. Salah satu yang terpenting adalah mekanisme haus. <span id="more-59"></span></strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Jika tubuh memerlukan lebih banyak air, maka pusat saraf di otak dirangsang sehingga timbul rasa haus. Rasa haus akan bertambah kuat jika kebutuhan tubuh akan air meningkat, mendorong seseorang untuk minum dan memenuhi kebutuhannya akan cairan.<br />
Mekanisme lainnya untuk mengendalikan jumlah cairan dalam tubuh melibatkan <em>kelenjar hipofisa</em> di dasar otak </strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Jika tubuh kekurangan air, kelenjar hipofisa akan mengeluarkan suatu zat ke dalam aliran darah yang disebut <em>hormon antidiuretik</em>.<br />
Hormon antidiuretik merangsang ginjal untuk menahan air sebanyak mungkin.<br />
Jika tubuh kekurangan air, ginjal akan menahan air yang secara otomatis dipindahkan dari cadangan dalam sel ke dalam aliran darah untuk mempertahankan volume darah dan tekanan darah, sampai cairan dapat digantikan melalui penambahan asupan cairan.</strong></span></span></span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Jika tubuh kelebihan air, rasa haus ditekan dan kelenjar hipofisa hanya menghasilkan sedikit hormon antidiuretik, yang memungkinkan ginjal untuk membuang kelebihan air melalui air kemih. </strong></span></span></span></p>
<p lang="sv-SE">
<p><a name="PENYEBAB"></a> <span style="font-size:x-small;"><span style="color:#cc9900;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;">PENYEBAB</span></span></span></strong></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Dehidrasi terjadi bila pengeluaran cairan tubuh lebih besar dibandingkan asupannya. Kekurangan cairan biasanya menyebabkan kadar kalsium dalam darah meningkat. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi: </strong></span></span></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Muntah </strong></span></span></span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Diare </strong></span></span></span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Penggunaan 	diuretik (obat yang menyebabkan ginjal mengeluarkan sejumlah besar 	air dan garam) </strong></span></span></span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Panas 	yang berlebihan </strong></span></span></span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Demam </strong></span></span></span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Berkurangnya 	asupan cairan karena berbagai alasan. </strong></span></span></span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Penyakit 	tertentu seperti <em>diabetes melitus</em> (kencing manis), <em>diabetes insipidus</em> dan penyakit <em>Addison</em> dapat menyebabkan dehidrasi karena hilangnya cairan yang berlebihan.</strong></span></span></span></li>
</ul>
<p lang="sv-SE">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="535">
<col width="529"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="529" valign="TOP" bgcolor="#ffffff"><a name="GEJALA"></a><span style="color:#cc9900;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;">GEJALA</span></span></span></strong></span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="535">
<col width="529"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="529" valign="TOP" bgcolor="#ffffff"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Pada 			awalnya, dehidrasi merangsang pusat haus di otak, menyebabkan 			penderita minum lebih banyak air. Bila asupan cairan tidak dapat 			mengimbangi pengeluarannya, dehidrasi akan menjadi lebih berat. 			Jumlah keringat akan berkurang dan hanya sedikit menghasilkan air 			kemih. </strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Air 			akan berpindah dari cadangan dalam sel 			ke dalam aliran darah. Bila dehidrasi berlangsung terus menerus, 			jaringan tubuh mulai mengering.</p>
<p>Sel-sel mulai mengkerut 			dan mengalami gangguan fungsi. Sel-sel otak merupakan sel yang 			paling mudah terkena dehidrasi sehingga salah satu dari pertanda 			utama terjadinya dehidrasi yang berat adalah kekacauan mental yang 			dapat berlanjut menjadi koma. </strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Selain 			air, dehidrasi juga menyebabkan hilangnya elektrolit dari tubuh, 			terutama natrium dan kalium. Karena itu 			dehidrasi sering disertai dengan kekurangan elektrolit. Jika 			terjadi kekurangan elektrolit, air tidak dapat berpindah dari 			cadangannya di dalam sel ke dalam darah.<br />
Sehingga jumlah air 			dalam aliran darah berkurang. </strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Tekanan 			darah dapat menurun, menyebabkan perasaan melayang atau 			seakan-akan hendak pingsan, terutama jika sedang berdiri 			(<em>hipotensi ortostatik</em>). </strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Jika 			kehilangan air dan elektrolit terus berlanjut, tekanan darah bisa 			turun sangat rendah, menyebabkan <em>syok</em> dan kerusakan yang berat pada berbagai organ dalam, seperti 			ginjal, hati dan otak. </strong></span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="535">
<col width="529"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="529" valign="TOP" bgcolor="#ffffff"><a name="DIAGNOSA"></a><span style="color:#cc9900;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;">DIAGNOSA</span></span></span></strong></span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="535">
<col width="529"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="529" valign="TOP" bgcolor="#ffffff">
<p lang="sv-SE"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Diagnosis 			ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan 			gejala-gejalanya. </strong></span></span></span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="535">
<col width="529"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="529" valign="TOP" bgcolor="#ffffff"><a name="PENGOBATAN"></a><span style="color:#cc9900;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;">PENGOBATAN</span></span></span></strong></span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="535">
<col width="529"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="529" valign="TOP" bgcolor="#ffffff"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Untuk 			dehidrasi ringan, yang diperlukan hanya minum air putih biasa.<br />
Tetapi jika terjadi kehilangan air dan elektrolit, garam juga 			harus diberikan, terutama natrium dan kalium. 			Minuman yang diperjualbelikan (misalnya <em>Gatorade</em>), 			telah diracik sedemikian rupa untuk menggantikan garam 			(elektrolit) yang hilang setelah melakukan latihan berat. Minuman 			ini juga bisa digunakan untuk mencegah dehidrasi atau untuk 			mengobati dehidrasi ringan. </strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Hal 			ini juga bisa diatasi dengan minum sejumlah cairan dan 			mengkonsumsi sedikit garam selama atau 			setelah latihan. Orang-orang yang memiliki masalah jantung atau 			ginjal, harus terlebih dulu melakukan konsultasi dengan dokternya 			mengenai penggantian cairan yang aman sebelum melakukan latihan. 			Bila tekanan darah sangat menurun sehingga terjadi syok, untuk 			mengatasinya biasanya diberikan larutan yang mengandung natrium 			klorida intravena.<br />
Pada awalnya cairan intravena diberikan 			dengan cepat dan kemudian diperlambat sejalan dengan perbaikan 			keadaan fisik penderita.</p>
<p>Penyebab yang mendasari dehidrasi 			selalu diatasi. Misalnya bila seseorang menderita diare, selain 			diberikan cairan pengganti juga diberikan obat untuk mengobati 			atau menghentikan diare. Jika ginjal terlalu banyak mengeluarkan 			air karena terjadi kekurangan hormon antidiuretik (seperti yang 			bisa terjadi pada penderita diabetes insipidus), diberikan 			pengobatan hormon antidiuretik jangka panjang.  Jika penyebab 			dehidrasi berhasil diatasi, dilakukan pemantauan terhadap 			penderita untuk memastikan asupan cairan per-oralnya cukup untuk 			mempertahan hidrasi. </strong></span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajie89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajie89.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajie89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajie89.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajie89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajie89.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajie89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajie89.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajie89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajie89.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajie89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajie89.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajie89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajie89.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajie89.wordpress.com&amp;blog=10021974&amp;post=59&amp;subd=ajie89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajie89.wordpress.com/2009/11/05/dehidrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c5f4e124e4c9c223c52f51cb90bd1f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajie89</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
